Innovation never stop

Just another WordPress.com weblog

Teknisi Otomotif Indonesia Terkenal di Arab Saudi

Posted by pitrajaya on August 8, 2008

Teknisi Indonesia Meraih Medali Emas
Kontes Technician Grand Prix Midle East

Hafnizar Ismail Sairan seorang teknisi auto mobil asal Indonesia yang sehari-harinya bekerja di Perusahaan Toyota Jeddah berhasil meraih medali emas pada kontes Technician Grand Prix Midle East ke-11 yang diadakan Toyota Motor Cooperation Jepang di Manama, Bahrain pada tanggal 12-13 November 2006 yang lalu.

Skills Grand Prix merupakan kontes bergengsi bagi para teknisi Toyota yang diadakan 2 tahun sekali sejak tahun 1992 di seluruh dunia – Asia, Amerika Latin, Kribera, Timur Tengah dan Eropa tujuannya adalah untuk mengetahui teknisi terbaik tiap-tiap wilayah. Pesertanya diambil dari para pemenang lomba Teknisi tingkat nasional masing -masing Negara.

Pria kelahiran Pekan Baru 13 November 1970 yang mulai bekerja di Saudi pada tahun 1998 ini berhasil mengungguli peserta lain yang berasal dari 9 negara yaitu : Bahrain, Mesir , Jordan, Kuwait, Oman, Qatar, Syiria dan Uni Emirat Arab.

Prestasi yang diraih oleh pria beranak dua ini mendapatkan liputan dari berbagai media cetak maupun elektronik yang terbit di Bahrain dan Saudi Arabia sehingga mengharumkan nama baik perusahaan tempat dia bekerja. Maka setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Hafnizar langsung disambut meriah oleh para petinggi perusahaan Toyota Saudi Arabia dan diadakan acara penyambutan resmi di kantor pusat Abdul Latief Jameel (ALJ) yang dihadiri oleh General Manager ALJ Mr. Muhammad Abdul Latief Jameel yang juga memberikan beberapa hadiah khusus kepada pria yang pernah bekerja di Astra Motor Jakarta ini.

Teknisi Indonesia yang bekerja di Abdul Latief Jameel (ALJ) Saudi Arabia tercatat sudah 6 kali menjuarai kontes Teknisi tingkat nasional , mereka adalah : Karim Karnaya (2001), Joko (2002), Lukman Hakim (2003), Hafnizar Ismail (2004), Edi Winarto (2005) dan Budi Dalimim (2006). Mereka telah diundang oleh Toyota Motor Co untuk menghadiri champion Assembly dan mengunjungi pabrik dan museum Toyota Japan. Pemerintah arab Saudi sangat senang karena negara mereka terangkat namanya oleh para teknisi yang berasal dari Indonesia, karena rata-rata skill mereka cukup baik dan good attitude, oleh karena itu tak tanggung- tanggung Sekolah Tinggi Otomotif pun didirikan di Jeddah dengan nama Saudi Japanese Automobile High Institute bisa lihat di website : www.sjahi.org sekolah tersebut guna mendidik para pemuda Arab untuk di kader menjadi mekanik guna memenuhi bengkel-bengkel semua merk Jepang yang ada di Arab Saudi, Pengajarnya dari tenaga-tenaga Profesional yang sudah lama bekerja di bengkel Toyota Abdul Latief Jameel antara lain berasal dari Philipina, India , dan ada tenaga pengajar yang asalnya dari  Indonesia yaitu Toto Sugiarto , yang sejak tahun 1998 sudah bekerja di bengkel Toyota ALJ dan Dhany Murtono 4 tahun bekerja di bengkel  ALJ dan kini menjadi pengajar di SJAHI,

Management SJAHI sangat puas dengan kemampuan pengajar dari Indonesia sehingga berencana meminta tambahan tenaga pengajar dari Indonesia. Pada bulan Januari yang lalu tersirat khabar  seorang senior yang sudah sangat berpengalaman dengan network yang luas di grup otomotif terbesar di Indonesia, Astra (bahkan yang bersangkutan punya network diluar Astra), akan bergabung dengan SJAHI. Namun yang bersangkutan membatalkan keberangkatannya karena beberapa alasan teknis maupun non teknis dan memberikan kesempatan kepada sejawatnya (totoh) yang juga ex Karyawan Astra Auto 2000 dan instruktur di Astra World untuk bergabung dengan SJAHI.

Personil Astra yang sangat diharapkan perannya di SJAHI tersebut bernama Ridwan. Beliau adalah seorang yang sangat di kenal di lingkungan Astra Group yang bermarkas di Sunter itu. Karirnya cukup sukses untuk ukuran lulusan dari Polman-ITB tahun 1995 ini. Diawali dengan menjadi Mekanik di Toyota Astra Motor tahun 1995 hanya 3 bulan  kemudian menjadi Service Advisor lalu menjadi Instruktur tahun 1996 baik instruktur untuk materi teknik dan non teknik Dia kuasai, pernah mengundurkan diri dari Toyota Astra Motor Tahun 1998 dan bergabung ke bengkel Honda di Kuwait sebagai Service Advisor , tahun 2000 bergabung dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di bagian Research and Development, baru 6 bulan bekerja sudah ditarik lagi masuk Astra Isuzu yaitu di ATPM PT.Pantja Motor (sekarang berubah nama menjadi Astra Isuzu Motor Indonesia) sebagai Instruktur Service Advisor dan hitungan 2 tahun naik posisi menjadi Kepala bagian Training Center Isuzu di Pondok Ungu, akhir tahun 2007 per 1 oktober Ridwan di tarik oleh management PT Astra Daihatsu Motor untuk memperkuat Divisi Service dia di taruh di Training Center.

Dikalangan praktisi dan profesional di bidang otomotif, seorang dengan kualifikasi diatas memang sangat dibutuhkan khususnya di bisnis otomotif, bahkan di internal Astra beliau banyak diminta bergabung di beberapa unit bisnis / sosial yang terkait dengan bidang otomotif ini. Maka hal ini menyebabkan terjadinya hubungan dan jaringan yang sangat luas dengan petinggi ATPM di Astra dan di luar Astra (Pabrikan mobil) lainnya. Beberapa sekolah di Jakarta sangat mengenal sosok beliau terlebih lagi SMKN 26 Rawamangun JAK-TIM (dahulu STM Pembangunan).

Salah satu aktifitas sosial yang menumbuhkan keterkaitan dan hubungan yang harmonis dengan dunia pendidikan pernah dilakukannya ketika beliau masih aktif di Toyota Astra motor yaitu dengan membuat program bantuan berupa peralatan praktek otomotif ke sekolah tersebut (SMKN 26) pada tahun 1996. Hal ini telah berhasil meningkatkan kualitas jurusan otomotif SMKN 26.

Bahkan aktifitas lainnya pun beliau lakukan dan berlanjut sampai sekarang, dimana sambil bekerja di Astra Daihatsu Motor, beliau sering membantu Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk membina bengkel-bengkel umum.

Pada akhir bulan April 2008 yang lalu, petinggi Toyota Abdul Latief Jameel Arab Saudi , Director ALJ yaitu Mr. Othman, menemuinya. Mr. Othman yang merupakan sahabat satu kelasnya ketika training AOTS dan Basic Instructor 10 tahun lalu di Toyota Motor Co. Nagoya-Japan, datang ke Jakarta akhir April lalu dalam rangkat mencari calon mekanik dari Indonesia yang akan ditempatkan di ALJ yang sedang membutuhkan 100 orang mekanik.

Dari hasil pertemuan tersebut, Mr. Othman (Direktur teknik ALJ) mempercayakan kepada sahabatnya ini (Ridwan) untuk mendidik mekanik di Indonesia dengan kualitas ketrampilan terbaik tingkat internasional dan kemampuan bahasa Inggris yang cukup sehingga nantinya dapat dikirim ke ALJ  Arab Saudi. Harapan dari ALJ (Toyota Saudi) sangat besar sekali kepada tenaga trampil/mekanik dari Indonesia dan mereka yakin bahwa para Instruktur otomotif di Indonesia mampu mendidik dan menghasilkan tenaga-tenaga mekanik yang handal yang bisa meneruskan keberhasilan pendahulu mereka yang telah sukses berkiprah di dunia otomotif di Timur tengah. Semoga apa yang dicita-citakan dapat tercapai dan Indonesia bisa memberikan sumbangan besar di bidang otomotif ini melalui SDM dengan kualitas tingkat dunia. Semoga pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang serius dalam menangkap peluang yang selama ini luput dari perhatian mereka.

Source : WWW.CIANJUR-ONLINE.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: